Sakura Festival Jepang Dibatalkan, Apa Kata Salwa Salon?

Beauty Besties, dengerin deh! Ada berita yang bikin kita mikir ulang nih soal traveling. Festival bunga sakura tahunan di Fujiyoshida, Jepang, yang biasanya jadi momen paling ditunggu, terpaksa dibatalkan. Kok bisa? Ternyata, saking ramenya pengunjung, warga lokal sampai kewalahan dan merasa hidupnya terganggu. Duh, ada apa ya sebenarnya?
Kenapa Festival Sakura yang Cantik Ini Harus Berhenti?
Jadi gini, Kota Fujiyoshida itu kan terkenal banget sama pemandangan Gunung Fuji yang gagah, apalagi pas musim semi, ribuan pohon sakura berbunga indah banget. Nah, gara-gara makin populer, apalagi banyak banget di-share di media sosial, turis yang dateng tuh tiap hari bisa sampai 10.000 orang! Gila, kan?
Wali Kota Fujiyoshida, Pak Shigeru Horiuchi, sampai bilang kalau pemandangan indah ini sekarang justru jadi ancaman buat ‘kehidupan tenang warga’. Keren sih, tapi kalau udah ganggu kenyamanan penduduk ya nggak banget. Makanya, setelah dipikir matang-matang, mereka memutuskan untuk mengakhiri festival yang udah jalan sepuluh tahun ini. Keputusan ini diambil biar martabat dan lingkungan warga tetap terjaga.
Dampak Nyata Pariwisata Berlebihan: Bukan Cuma Sampah!
Seringkali kita mikir, makin banyak turis makin bagus buat ekonomi. Tapi, di Fujiyoshida ini kejadiannya beda. Lonjakan pengunjung yang nggak terkendali ini bikin kota kecil itu kewalahan banget. Apa aja sih masalahnya?
- Macet Parah: Jalanan jadi lautan kendaraan, mau gerak susah!
- Sampah Berserakan: Sisa makanan, botol minum, sampai bungkus snack di mana-mana. Nggak enak dilihat, apalagi buat warga yang tinggal di sana.
- Kelakuan Turis yang Nggak Sopan: Ini nih yang paling bikin naik darah. Ada yang buka pintu rumah warga buat numpang ke toilet, masuk ke properti pribadi tanpa izin, bahkan ada yang buang air besar di taman milik warga! Keterlaluan banget, kan? Kalau udah diprotes malah bikin keributan.
Bayangin deh, kamu lagi nikmatin pemandangan indah, tiba-tiba ada yang bikin masalah. Pasti kesel banget!
Tetap Siap-siap, Tapi Lebih Tertib!
Meskipun festivalnya dibatalkan, Fujiyoshida tetap harus siap-siap kedatangan banyak tamu, terutama di bulan April dan Mei nanti. Nah, sekarang pemerintah kota lagi mikirin cara biar arus wisatawan bisa dikelola dengan lebih baik. Tujuannya jelas, biar kejadian kayak gini nggak terulang lagi dan semua pihak bisa sama-sama nyaman.
Ini Bukan Kejadian Pertama, Lho!
Tenang, kamu nggak sendirian kok kalau merasa kaget. Kasus di Fujiyoshida ini ternyata bukan yang pertama di Jepang. Tahun lalu, di daerah Fujikawaguchiko, mereka sampai harus pasang pagar hitam raksasa di salah satu spot foto paling populer buat nutupin pemandangan Gunung Fuji. Kenapa? Ya gara-gara ulah turis yang suka buang sampah sembarangan dan parkir sembarangan. Miris banget ya?
Fenomena overtourism ini nggak cuma terjadi di Jepang, lho. Di Italia, misalnya, mereka sampai harus pasang tarif masuk ke Air Mancur Trevi di Roma yang dulunya gratis. Biayanya sih nggak mahal, cuma sekitar Rp40.000, tapi ini tujuannya buat ngontrol jumlah pengunjung dan dana perawatan.
Apa Artinya Buat Kita, Para Beauty Besties?
Dari cerita ini, kita jadi belajar banyak, kan? Traveling itu seru, bisa lihat tempat baru, pengalaman baru. Tapi, kita juga harus ingat tanggung jawab kita sebagai tamu. Menghargai budaya lokal, menjaga kebersihan, dan nggak bikin masalah itu penting banget. Keindahan alam dan budaya itu harus kita jaga bareng-bareng biar bisa dinikmati sampai kapan pun.
Jadi, lain kali kalau mau liburan, yuk jadi smart traveler! Buat warga Salwa Salon, semoga kita bisa terus jadi beauty besties yang nggak cuma peduli sama penampilan tapi juga sama lingkungan sekitar. Stay fabulous and responsible!






