Pekan mode selalu menjadi tolok ukur arah tren gaya hidup dan busana global. Pada pergelaran Paris Fashion Week (PFW) Autumn/Winter 2024, berbagai rumah mode terkemuka menampilkan inovasi yang memadukan elemen klasik dengan sentuhan modern yang praktis untuk diadaptasi.
Paris Fashion Week AW24 didominasi oleh perpaduan estetika retro tahun 1970-an, siluet transparan yang tegas, dan desain minimalis fungsional yang menonjolkan kekuatan karakter individu.
Catatan Redaksi: “Tren yang muncul di landasan peraga Paris tahun ini sangat aplikatif. Fokus pada material tipis transparan (*sheer*) dan potongan klasik memberikan ruang bagi kamu untuk bereksperimen dengan teknik tumpuk (layering) yang sesuai dengan iklim di Indonesia.”
5 Panggung Paling Mencuri Perhatian di PFW AW24
Di tengah suhu musim gugur Paris, para perancang busana menghadirkan koleksi yang kaya akan tekstur dan narasi. Berikut adalah lima presentasi busana yang paling menonjol pada musim ini.
1. Dior: Nuansa Retro dan Grafiti Modern
Maria Grazia Chiuri membawa audiens bernostalgia ke era keemasan Miss Dior di tahun 1960-an. Koleksi ini menampilkan pakaian klasik seperti *trench coat*, setelan rok elegan, dan gaun *A-line* yang dihiasi dengan motif grafiti tebal. Pendekatan ini berhasil menggabungkan nilai kepraktisan dengan kemewahan desain kelas atas, memberikan pilihan busana yang elegan namun tidak kaku.
2. Saint Laurent: Siluet Transparan yang Tegas
Di bawah arahan Anthony Vaccarello, Saint Laurent kembali mempertegas identitasnya melalui dominasi material transparan. Presentasi ini menampilkan atasan tipis (*sheer*) yang dipadukan dengan rok pensil berpotongan tajam. Dilengkapi dengan setelan berstruktur tegas di bagian bahu (*power shoulders*), koleksi ini memancarkan aura percaya diri yang tinggi.
3. Undercover: Estetika Sehari-hari yang Ditingkatkan
Jun Takahashi dari Undercover mengambil pendekatan yang berbeda dengan memfokuskan kreasinya pada pakaian dasar (*basics*). Pakaian sehari-hari seperti kaus tanpa lengan, celana denim, dan kardigan diubah menjadi karya seni melalui penambahan detail kilau dan teknik penggabungan material. Ini membuktikan bahwa busana fungsional dapat tampil luar biasa dengan sentuhan desain yang tepat.
4. Rick Owens: Eksplorasi Proporsi dan Imajinasi
Rick Owens kembali menampilkan koleksi yang lebih menyerupai karya seni instalasi. Dengan tajuk yang terinspirasi dari kota kelahirannya, koleksi ini menghadirkan gaun rajut eksperimental, jaket dengan struktur bahu melengkung, dan sepatu bot ritsleting yang ikonis. Meski beraura eksentrik, beberapa potongan jaket kulitnya sangat mungkin diadaptasi untuk gaya modern panduan memadukan jaket kulit.
5. Chloé: Sentuhan Feminin Era Bohemian
Chemena Kamali memulai debutnya sebagai direktur kreatif Chloé dengan sukses besar. Mengambil inspirasi dari estetika bohemian tahun 1970-an, koleksinya dipenuhi gaun sifon berenda, sepatu bot selutut, dan sabuk rantai klasik. Koleksi ini berhasil menangkap esensi feminitas Parisian yang ringan, mewah, dan bergerak dinamis.
Mengadaptasi Tren Paris untuk Gaya Personal
Melihat koleksi dari pekan mode sering kali terasa mengintimidasi. Namun, kamu tidak perlu membeli produk landasan peraga untuk tampil modis. Ambil inspirasi palet warna netral dari Dior atau siluet santai dari Chloé. Padukan atasan berbahan ringan dengan luaran berstruktur tegak. Lengkapi penampilan tersebut dengan riasan wajah natural yang berfokus pada kesehatan kulit dan penataan rambut yang sederhana namun tertata rapi.
Menyaring Tren Runway untuk Gaya Harian:
Kunci mengadaptasi busana peragaan busana ke gaya hidup sehari-hari adalah mengambil satu elemen pernyataan saja—seperti potongan blazer terstruktur atau aksen warna tertentu—lalu memadukannya dengan pakaian kasual netral yang nyaman. — Redaksi Salwa Salon
Panduan Memilih Material Busana di Iklim Tropis
Banyak tren musim gugur dan dingin dari Paris menampilkan mantel tebal atau rajutan wol berlapis. Untuk mengadaptasinya di Indonesia yang beriklim tropis lembap, pilihlah material katun twill ringan, linen premium, atau semi-wool berpori yang memberikan siluet terstruktur serupa tanpa menimbulkan rasa gerah.
Kombinasi warna palet monokromatik dengan sentuhan earthy tone—seperti olive, camel, dan abu-abu gelap—sangat mudah dipadukan dengan koleksi pakaian yang sudah ada di lemarimu. Pendekatan ini memungkinkanmu tampil modis tanpa harus membeli banyak pakaian baru setiap musim berganti.
Bagi kamu yang ingin mengeksplorasi siluet baru, mulailah dari pemilihan blazer berpotongan rileks (*relaxed-fit blazer*). Padukan dengan kaus oblong putih polos dan celana bahan berpotongan lurus untuk menciptakan keseimbangan antara kesan formal dan kenyamanan kasual sehari-hari.
Suka Ditanyakan (FAQ)
Bagaimana cara memakai tren baju transparan (*sheer*) untuk gaya kasual?
Gunakan atasan *sheer* sebagai lapisan luar (*outer*). Padukan dengan kaus tanpa lengan atau kamisol berwarna senada di bagian dalam agar tetap terlihat sopan dan nyaman dikenakan sehari-hari.
Apakah gaya era 70-an ala Chloé cocok untuk bentuk tubuh mungil?
Ya. Untuk menghindari kesan ‘tenggelam’ dalam gaun sifon berenda, tambahkan sabuk di pinggang untuk mempertegas siluet tubuh dan gunakan sepatu dengan sedikit hak.
Warna apa yang mendominasi PFW AW24?
Palet warna musim ini banyak didominasi oleh warna bumi (*earth tones*) seperti cokelat pekat, krem, hijau zaitun, serta sentuhan hitam klasik dan putih gading.
Eksplorasi gaya dari panggung busana dunia pada intinya adalah tentang menemukan keberanian untuk mengekspresikan karakter unik dirimu secara percaya diri dan tetap nyaman dalam rutinitas harian.
Tinggalkan Balasan