Skincare

AHA, BHA, & Vitamin C Tidak Cocok dengan Retinol

Bagi besties yang akrab dengan skincare, Retinol tidak asing lagi. Bahan aktif  disukai karena ampuh untuk mendapatkan kulit yang glowing dan mulus.

Banyak diantara pengguna skincare yang mengombinasikan produk retinol dengan bahan aktif lain untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.

Namun, perlu diingat bahwa retinol memiliki sifat yang sensitif dan berpotensi untuk berinteraksi dengan bahan lain dalam produk skincare.

Penggunaan retinol bersamaan dengan bahan aktif tertentu bisa menyebabkan reaksi kulit yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, agar tidak terjadi masalah pada kulitmu, mari pahami bahan aktif apa saja yang tidak boleh dicampurkan dengan retinol.

Struktur Kimia Retinol
Struktur Kimia Retinol

1. AHA

AHA merupakan singkatan dari Alpha Hydroxy Acid, yaitu sejenis asam yang larut dalam air yang berasal dari tumbuhan seperti buah-buahan manis, hewani, atau dibuat secara sintetis.

Senyawa ini biasanya digunakan dalam produk skincare sebagai agen eksfoliasi yang mengangkat sel kulit mati dan menghasilkan tekstur kulit yang halus dan glowing. Beberapa contoh AHA antara lain asam glikolat (berasal dari tebu), asam laktat (berasal dari susu), dan asam sitrat (berasal dari buah jeruk).

HARUS BACA:  4 Skincare ini Mencegah Kulit Kering saat Puasa dan Beraktifitas

Dilansir Prevention, menurut dr. Zeichner, seorang direktur penelitian kosmetik dan klinis di bidang dermatologi di Mount Sinai Hospital di New York City, meskipun retinol dan AHA dapat saling melengkapi, keduanya juga dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar kimia karena menipiskan lapisan luar kulit dan membuat kulit sensitif terhadap luka bakar akibat sinar matahari.

Umumnya disarankan untuk menghindari penggunaan retinol dan AHA secara bersamaan pada waktu yang sama, karena kedua produk tersebut dapat menyebabkan iritasi dan sensitivitas terhadap sinar matahari.

2. BHA

BHA adalah singkatan dari Beta Hydroxy Acid, yaitu sejenis bahan eksfoliasi yang biasa digunakan dalam produk perawatan kulit. BHA yang paling umum adalah asam salisilat, yaitu bahan desmolitik yang mampu menembus pori-pori dan mengelupas kulit dari dalam.
BHA sering digunakan untuk mengobati jerawat, komedo, dan kondisi kulit lainnya, karena dapat membantu membuka pori-pori yang tersumbat dan mengurangi peradangan, dikutip Paula’s Choice.

Sama seperti AHA, kandungan BHA tidak boleh digabungkan dengan retinol. Dilansir Glow Recipe, kandungan BHA, seperti asam salisilat, dapat menembus ke dalam pori-pori dan mengelupas kulit, sehingga kulit akan lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.

HARUS BACA:  Sabun Mandi Anak Terbaik: Pilih yang Alami dan Bebas Zat Berbahaya

Menurut Victorian Dermal Group, retinol dapat meningkatkan pergantian sel kulit, yang juga dapat menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari. Itulah mengapa penggunaan keduanya secara bersamaan dapat menyebabkan pengelupasan kulit berlebihan, iritasi, dan peningkatan risiko terbakar sinar matahari.

3. VITAMIN C

Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang memainkan peran penting dalam perawatan kulit. Dilansir dari Kiehls, vitamin C memberikan perlindungan antioksidan terhadap radikal bebas, membantu melindungi kulit dari sinar UV, dan meningkatkan produksi senyawa penting yang berhubungan dengan elastisitas kulit.

Penggunaan vitamin C secara topikal sangatlah penting, karena hanya sebagian kecil dari vitamin C yang masuk ke dalam kulit.

Meskipun seringkali disarankan untuk menggunakan vitamin C dan retinol secara bersamaan guna meningkatkan efektivitasnya, nyatanya penting untuk berhati-hati dengan konsentrasi dan frekuensi penggunaan untuk menghindari iritasi.

Menurut Exponen Beauty, alasan lain mengapa retinol dan vitamin C tidak disarankan untuk digunakan secara bersamaan ialah dikarenakan retinol membutuhkan pH tinggi yang mendekati kulit (sekitar 5,0 hingga 6), sedangkan vitamin C membutuhkan pH asam (3,5 atau lebih rendah) agar dapat bekerja secara optimal.

HARUS BACA:  Rahasia Kulit Kencang dan Bebas Kerut dengan Perawatan Terbaru dari Korea Selatan

Jika tercampur, pH vitamin C meningkat dan pH retinol menurun, sehingga produk tidak bekerja secara efektif. Untuk mendapatkan manfaat dari kedua bahan aktif tersebut, seperti dilansir Byrdie, disarankan untuk menggunakan vitamin C di pagi hari dan retinol di malam hari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button