Kekhawatiran Ternyata Punya Sisi Positif?
Kenali Fungsi Adaptifnya untuk Kesehatan Mental

Dalam kehidupan sehari-hari, rasa khawatir seringkali diasosiasikan dengan hal-hal negatif. Namun, tahukah Anda bahwa kekhawatiran, jika berada dalam kadar yang terkelola, ternyata memiliki fungsi adaptif yang sangat penting bagi kesehatan mental kita? Sebuah kajian menarik yang dilansir dari Psychology Today mengungkapkan bahwa rasa khawatir dapat bertindak layaknya ‘sabuk pengaman mental’, membantu kita untuk lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi.
Poin Penting Kekhawatiran yang Perlu Anda Ketahui:
- Kekhawatiran yang terkelola dengan baik berfungsi sebagai mekanisme adaptif untuk menghadapi ketidakpastian dan mendorong kesiapan.
- Rasa khawatir dapat diibaratkan ‘sabuk pengaman mental’ yang memicu kita untuk berpikir tentang skenario ‘bagaimana jika’ guna antisipasi ancaman.
- Tingkat kekhawatiran ringan hingga sedang terbukti dapat mendorong perilaku preventif dan kesiapan emosional.
- Kekhawatiran konstruktif mengarah pada tindakan nyata, sementara kekhawatiran berulang tanpa solusi bisa memicu kelelahan mental.
- Teknik mindfulness adalah cara efektif untuk mengelola kekhawatiran dengan mengamatinya secara objektif dan fokus pada solusi.
Memahami Fungsi Adaptif Kekhawatiran
Kajian yang melibatkan pandangan dari psikolog ternama seperti Thomas D. Borkovec dari Pennsylvania State University, Kate Sweeny dari University of California, Riverside, serta Graham Davey dan Adrian Wells dari Inggris, menyoroti bahwa kekhawatiran bukanlah sebuah kesalahan dalam sistem pikiran kita. Sebaliknya, ini adalah mekanisme bawaan yang membantu kita bersiap menghadapi ketidakpastian dan potensi ancaman atau hasil yang tidak diinginkan.
Sejak penelitian Thomas D. Borkovec di awal tahun 1980-an, hingga kajian Kate Sweeny pada tahun 2017 yang menemukan bahwa tingkat kekhawatiran ringan hingga sedang dapat mendorong perilaku preventif dan kesiapan emosional, pemahaman tentang fungsi kekhawatiran terus berkembang. Pandangan para ahli ini menunjukkan bahwa otak kita secara aktif menggunakan rasa khawatir untuk mempersiapkan diri.
Mengapa Memahami Kekhawatiran Itu Penting?
Memahami bahwa kekhawatiran memiliki sisi positif sangat krusial untuk menjaga kesehatan mental kita. Ketika dikelola dengan baik, rasa khawatir dapat meningkatkan kewaspadaan kita terhadap potensi kesalahan atau perubahan yang akan datang, membantu dalam proses pengambilan keputusan, dan mendorong kita untuk mengambil langkah-langkah preventif. Seseorang yang cenderung cemas mungkin memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, yang bisa menjadi keuntungan dalam pengambilan keputusan jika tidak berkembang menjadi kecemasan berlebihan.
Penting sekali untuk membedakan antara kekhawatiran yang bersifat konstruktif, yaitu yang mendorong kita untuk bertindak dan mencari solusi, dengan kekhawatiran yang tidak produktif. Kekhawatiran yang sehat akan memicu kita untuk melakukan sesuatu, sedangkan kekhawatiran yang terus-menerus tanpa arah dapat menguras energi mental dan berpotensi memicu gangguan kecemasan.
Bagaimana Cara Mengelola Kekhawatiran Secara Efektif?
Salah satu pendekatan yang terbukti efektif untuk mengelola kekhawatiran tanpa harus menghilangkannya adalah melalui mindfulness. Latihan psikologis ini melatih kita untuk lebih sadar terhadap pikiran, emosi, dan sensasi tubuh pada saat ini, tanpa reaksi yang berlebihan. Penelitian oleh Delgado dan rekan-rekannya pada tahun 2010 menunjukkan bahwa individu yang rutin berlatih mindfulness mampu mengamati rasa khawatir mereka secara lebih objektif. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada pemecahan masalah yang sebenarnya, bukan terjebak dalam lingkaran kekhawatiran itu sendiri.
Dengan mempraktikkan mindfulness, kita dapat mengubah cara pandang kita terhadap kekhawatiran, menjadikannya sebagai alat bantu untuk kesiapan, bukan sebagai beban yang melumpuhkan. Ingatlah, kesehatan mental adalah prioritas. Jika Anda merasa kekhawatiran Anda mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau mencoba teknik-teknik relaksasi seperti mindfulness.






