Seiring bertambahnya usia, berkurangnya produksi kolagen alami membuat jaringan kulit perlahan kehilangan elastisitasnya, memicu pengenduran di area pipi dan garis senyum. Untuk menyiasati kondisi tersebut tanpa prosedur operasi plastik invasif, banyak orang mempertimbangkan prosedur kosmetik medis.
- 5.1 Berapa lama waktu pemulihan (downtime) setelah tanam benang?
- 5.2 Apakah hasil tanam benang bersifat permanen?
- 5.3 Siapa saja yang tidak disarankan melakukan prosedur ini?
- 5.4 Berapa lama efek pengencangan wajah dari tanam benang dapat bertahan?
- 5.5 Apakah tindakan tanam benang meninggalkan bekas luka permanen di wajah?
- 5.6 Siapa yang paling ideal untuk menjalani perawatan tanam benang?
Prosedur tanam benang (thread lift) menjadi pilihan populer di kalangan selebritas Indonesia untuk merawat kekencangan kulit wajah secara minimal invasif, menghasilkan siluet rahang yang lebih tegas dan proporsional.
Catatan Fatmawati Tahir: “Tanam benang adalah prosedur medis yang menggunakan material bio-kompatibel untuk menarik jaringan kulit yang kendur ke atas. Prosedur ini sangat bergantung pada keahlian dokter anatomi agar benang dapat terjangkar kuat tanpa merusak simpul saraf wajah.”
Mekanisme Prosedur Tanam Benang
Thread lift melibatkan penyisipan benang medis khusus ke bawah permukaan kulit (subkutan) untuk menarik struktur yang kendur. Material benang ini biasanya akan diserap oleh tubuh dalam waktu 6 hingga 12 bulan. Namun, selama masa penyerapan tersebut, jaringan kulit akan merespons material benang dengan memicu produksi kolagen baru di sekitarnya, sehingga efek pengencangan kulit dapat bertahan lebih lama dari keberadaan benangnya itu sendiri.
Profil Selebritas yang Menjalani Tanam Benang
Keterbukaan beberapa figur publik Tanah Air mengenai prosedur estetika yang mereka jalani membantu memberikan edukasi realistis mengenai hasil medis. Berikut adalah beberapa selebritas yang menjalani perawatan pengencangan kulit.
1. Dina Lorenza
Menjelang usia lima dekade, aktris ini menjalani perawatan untuk mengembalikan kekenyalan jaringan kulit di area bawah mata dan pipi yang mulai kehilangan volume alaminya.
2. Jenita Janet
Penyanyi ini memilih perpaduan prosedur estetika untuk menajamkan struktur dagu dan hidung. Tanam benang hidung (nose thread lift) sering kali digunakan sebagai alternatif pengisi (*filler*) untuk meninggikan batang hidung secara presisi tanpa memperlebar pangkalnya.
3. Cut Keke dan Inul Daratista
Kedua artis senior ini memfokuskan prosedur pada area rahang untuk mencegah penumpukan lemak kendur di bawah dagu (*jowls*). Hasilnya memberikan siluet struktur tulang wajah bagian bawah yang jauh lebih tegas.
4. Nafa Urbach dan Maia Estianty
Mereka mengadopsi pendekatan kombinasi, di mana tanam benang disandingkan dengan injeksi toksin botulinum (*botox*) atau *filler* di area mata untuk merelaksasi otot dinamis sekaligus menarik kulit statis yang turun akibat gravitasi.
5. Iis Dahlia, Nova Soraya, Evi Masamba, dan Zaskia Gotik
Para penyanyi dan aktris ini menggunakan prosedur *thread lift* untuk menargetkan lipatan nasolabial (garis senyum) yang semakin dalam seiring waktu, menciptakan tampilan yang lebih proporsional untuk menunjang performa visual mereka di depan kamera beresolusi tinggi memudarkan garis senyum dengan pijat wajah.
Risiko dan Perencanaan Biaya
Meskipun dikategorikan sebagai tindakan minimal invasif, risiko komplikasi tetap ada. Pembengkakan ringan, rasa kebas, atau kemerahan pada area penyisipan jarum adalah respons imunologis yang normal dalam 48 jam pertama. Namun, jika benang teraba terlalu dekat dengan permukaan kulit atau timbul rasa nyeri berkepanjangan, evaluasi medis segera diwajibkan.
Biaya tindakan ini bervariasi bergantung pada jumlah benang yang ditanam dan jenis material yang digunakan (seperti PDO, PLLA, atau PCL). Saat ini, prosedur di klinik bersertifikat umumnya membutuhkan investasi mulai dari Rp7.000.000 hingga melebihi Rp30.000.000 .
Prosedur Perawatan Pasca Tindakan Tanam Benang di Rumah
Setelah menjalani tindakan tanam benang (*thread lift*), perawatan mandiri di rumah sangat menentukan keawetan posisi benang dan kesempurnaan pembentukan jaringan kolagen baru. Selama satu hingga dua minggu pertama, pasien sangat disarankan untuk tidur dengan posisi telentang dan kepala sedikit lebih tinggi menggunakan dua bantal.
Hindari membuka mulut terlalu lebar saat tertawa atau mengunyah makanan yang terlalu liat dan keras. Selain itu, tunda terlebih dahulu jadwal perawatan pijat wajah, sauna, atau perawatan laser panas selama minimal satu bulan agar benang dapat menyatu kokoh dengan jaringan lemak dan dermis wajahmu tanpa risiko bergeser.
Peremajaan Alami Tanpa Pisau Bedah:
Prosedur tanam benang menjadi solusi populer untuk mengencangkan kontur wajah yang mulai kendur. Hasil yang paling indah adalah yang mempertahankan ekspresi senyum alami dan karakter unik wajahmu. — Redaksi Salwa Salon
Suka Ditanyakan (FAQ)
Berapa lama waktu pemulihan (downtime) setelah tanam benang?
Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam 2 hingga 3 hari. Pasien dilarang melakukan olahraga berat, perawatan gigi, atau ekspresi wajah yang ekstrem selama dua minggu pertama agar jangkar benang tidak bergeser.
Apakah hasil tanam benang bersifat permanen?
Tidak. Tubuh secara alami akan melarutkan material benang. Efek pengencangannya bertahan rata-rata antara 1 hingga 3 tahun, sangat bergantung pada laju metabolisme dan gaya hidup pasien.
Siapa saja yang tidak disarankan melakukan prosedur ini?
Individu dengan gangguan pembekuan darah, memiliki riwayat pembentukan keloid, sedang hamil, atau memiliki infeksi kulit aktif di area wajah tidak disarankan menjalani prosedur kosmetik ini.
Berapa lama efek pengencangan wajah dari tanam benang dapat bertahan?
Benang medis seperti PDO (Polydioxanone) akan terserap oleh tubuh dalam waktu 6 hingga 8 bulan, namun kolagen baru yang terbentuk di sekitarnya dapat mempertahankan kekencangan wajah hingga 12 hingga 18 bulan.
Apakah tindakan tanam benang meninggalkan bekas luka permanen di wajah?
Tidak. Dokter hanya memasukkan benang menggunakan jarum tumpul (*kanula*) melalui titik masuk kecil di dekat garis rambut yang akan sembuh dan memudar tanpa meninggalkan bekas parut yang terlihat.
Siapa yang paling ideal untuk menjalani perawatan tanam benang?
Pria dan wanita berusia 30 hingga 50 tahun yang mengalami penurunan elastisitas kulit ringan hingga sedang di area pipi, garis rahang (*jowls*), atau garis senyum (*nasolabial fold*).
Tinggalkan Balasan