Fashion & Gaya

Sejarah Hermes Birkin: Mengapa Tas Ikonik Selebriti Dunia Ini Dibanderol Selangit?

Sejarah Hermes Birkin: Mengapa Tas Ikonik Selebriti Dunia Ini Dibanderol Selangit? - Featured

Dalam jagat mode internasional, ada satu nama tas yang selalu bertengger di kasta tertinggi kemewahan: Hermès Birkin. Dari selebriti Hollywood sekelas Victoria Beckham dan Kim Kardashian, hingga para sosialita dan pengusaha ternama tanah air, tas jinjing berbentuk trapesium kokoh ini telah menjadi simbol status sosial, keanggunan eksklusif, dan kemapanan finansial.

Harganya yang fantastis—mulai dari ratusan juta rupiah hingga menembus miliaran rupiah untuk edisi langka seperti Himalaya Birkin—sering kali membuat banyak orang bertanya-tanya: “Sebenarnya apa yang membuat tas Hermes Birkin begitu mahal dan diperebutkan di seluruh dunia?” Yuk, kita telusuri kisah sejarah legendaris di baliknya serta rahasia mahakarya pembuatannya!

Kisah Pertemuan Tak Sengaja di Ketinggian 30.000 Kaki

Sejarah kelahiran tas Birkin berawal dari sebuah peristiwa kebetulan yang sangat manusiawi pada tahun 1981. Aktris sekaligus penyanyi asal Inggris yang menetap di Prancis, Jane Birkin, berada dalam penerbangan dari Paris menuju London.

HARUS BACA:  Inspirasi Gaun Pesta Malam Berkelas dari Panggung Karpet Merah

Kala itu, Jane membawa tas anyaman jerami khasnya untuk menampung barang-barang bawaannya sebagai seorang ibu muda. Saat mencoba memasukkan tas tersebut ke kompartemen kabin pesawat, isi tasnya tumpah berserakan ke lantai. Secara kebetulan, pria yang duduk di sebelahnya adalah Jean-Louis Dumas, yang saat itu menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) rumah mode Hermès.

Jane mengeluh bahwa ia sangat kesulitan menemukan tas tangan kulit berkualitas yang cukup lapang untuk menampung seluruh perlengkapan harian seorang ibu, namun tetap terlihat anggun. Dumas yang memiliki jiwa seni tinggi kemudian langsung mengambil kantong mabuk udara dan mulai membuat sketsa tas impian Jane di atasnya. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1984, tas legendaris bernama Birkin resmi diluncurkan ke dunia!

3 Alasan Mengapa Tas Hermes Birkin Begitu Mahal

1. Dibuat Sepenuhnya Menggunakan Tangan (Handmade Saddle Stitch)

Setiap tas Birkin dikerjakan dari awal hingga selesai oleh satu orang perajin ahli (artisan) di bengkel kerja khusus Hermès di Prancis. Para perajin ini wajib menempuh pendidikan kriya kulit selama minimal 5 tahun sebelum diizinkan menyentuh kulit tas Birkin.

Proses pembuatannya memakan waktu 18 hingga 40 jam kerja menggunakan teknik jahitan pelana ganda (saddle stitch) yang telah berusia ratusan tahun. Jahitan manual ini mustahil ditiru oleh mesin jahit pabrik dan menjamin bahwa jika satu jahitan terputus, tas tidak akan pernah terburai.

HARUS BACA:  Panggung K- Pop dengan Estetika Imut Idol Jepang yang Bikin Gemas

2. Seleksi Material Kulit Terbaik dan Logam Mulia

Hermès hanya menggunakan lapisan kulit terbaik tanpa cacat sedikit pun (grade A), seperti kulit sapi muda Togo, Clemence, Epsom, hingga kulit eksotis buaya Porosus. Bagian logam pengunci (hardware) dilapisi paladium murni atau emas 18 karat yang tidak akan berkarat seumur hidup.

3. Sistem Pembelian Eksklusif dan Nilai Investasi Emas

Kamu tidak bisa begitu saja datang ke butik Hermès dan membeli Birkin dengan uang tunai. Calon pembeli harus membangun rekam jejak loyalitas belanja (purchase history) terlebih dahulu. Kelangkaan suplai ini membuat harga pasar sekunder (resale value) Birkin justru melonjak tinggi setiap tahun, bahkan mengalahkan imbal hasil indeks saham emas!

Waspadai Transfer Residu Produk Rambut pada Material Kulit

Bagi pemilik tas kulit mewah, satu ancaman noda permanen yang jarang disadari berasal dari residu produk perawatan rambut di tubuh kita sendiri. Minyak rambut, hair serum berbahan dasar silikon, atau hair spray yang baru diaplikasikan pada rambut terurai dapat menempel di tali pegangan (handle) tas saat disampirkan di lengan atau bahu. Zat kimia ini meresap ke pori-pori kulit mentah (terutama jenis kulit Epsom atau Togo) dan memicu bercak gelap yang sulit dihilangkan. Pastikan produk penataan rambut sudah kering sempurna sebelum menjinjing tas, atau lilitkan twilly scarf sutra pada handle tas sebagai tameng pelindung estetis.

Cara Merawat Tas Kulit Asli Mewah agar Awet Berpuluh Tahun

  1. Gunakan Bantal Pembentuk Tas: Jangan pernah menyimpan tas dalam keadaan kosong terlipat. Masukkan bantal penopang agar struktur kulitnya tidak kendur atau patah.
  2. Simpan dalam Dustbag Asli: Lindungi dari gesekan debu dan sinar matahari langsung di dalam lemari berventilasi baik dengan kontrol kelembapan ideal.
  3. Hindari Kontak dengan Losion dan Parfum: Minyak dan alkohol pada produk perawatan kulit dapat meninggalkan noda lingkaran permanen pada permukaan kulit mentah.
HARUS BACA:  Padu Padan: Warna Kerudung yang Harmonis dengan Baju Warna Putih

Tanya Jawab Seputar Tas Hermès Birkin

Berapa ukuran tas Birkin yang paling populer di pasaran?

Ukuran Birkin diukur berdasarkan lebar dasarnya dalam sentimeter. Ukuran yang paling banyak diminati untuk aktivitas harian adalah Birkin 25 (B25) dan Birkin 30 (B30) karena proporsinya yang pas dengan postur tubuh wanita.

Apakah Jane Birkin menerima royalti dari penjualan tas tersebut?

Hermès memberikan royalti tahunan kepada Jane Birkin atas penggunaan namanya, yang kemudian oleh Jane disumbangkan seluruhnya ke berbagai yayasan amal kemanusiaan internasional hingga akhir hayatnya.

Mengapa seri Himalaya Birkin menjadi tas termahal di dunia?

Karena terbuat dari kulit buaya Niloticus yang melalui proses pewarnaan gradasi manual luar biasa rumit untuk menyerupai lanskap pegunungan salju Himalaya putih-keabuan, sering kali dipercantik taburan berlian asli pada bagian gemboknya.

Kesimpulan

Hermès Birkin bukan sekadar wadah penyimpan barang, melainkan monumen dedikasi seni kriya tangan manusia, sejarah pertemanan yang manis, dan investasi bernilai tinggi. Memahami filosofi di baliknya mengajarkan kita untuk selalu menghargai karya seni berkualitas tinggi yang dibuat dengan sepenuh hati!

Sudah dicek langsung oleh ahlinya
Fatmawati Tahir - Chief Editor & Master Hairstylist SalwaSalon

Fatmawati Tahir

Chief Editor & Master Hairstylist, SalwaSalon


“Saya udah baca tips di artikel ini sebelum tayang, supaya aman dan benar-benar cocok kamu coba di rumah.”

Lebih dari 20 tahun menata rambut, dari bangku pelatihan Rudy Hadisuwarno hingga mengajar sebagai educator & trainer di Makarizo Indonesia.

Kenalan dengan Fatmawati →
Bagikan Artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *