Dunia kosmetik selalu diwarnai antusiasme tinggi setiap kali seorang selebriti meluncurkan lini riasan wajah. Peluncuran produk perona kilau wajah (highlighter) kerap memicu diskusi seputar formula, pigmentasi, dan hasil akhir yang sepadan di kulit.
Momen ini menjadi pembelajaran penting mengenai seni memilih dan mengaplikasikan highlighter wajah yang tepat agar rona wajah tampak bercahaya segar tanpa menonjolkan pori-pori atau tekstur kulit. Simak panduannya berikut!
Fungsi Utama Highlighter dalam Seni Tata Rias
Highlighter dirancang untuk menangkap pantulan cahaya pada titik tertinggi tulang wajah, menghadirkan efek dimensi optik yang segar dan ilusi kulit terhidrasi sehat (glass skin effect).
3 Kriteria Memilih Formula Highlighter Berkualitas
1. Partikel Kilau Mikro Halus (Micro-Shimmer)
Hindari formula dengan butiran glitter besar yang kasar. Highlighter bermutu mengandalkan partikel mutiara mikro (ultra-fine pearl pigment) yang membaur mulus tanpa mempertegas tekstur pori atau bruntusan pipi.
2. Penyesuaian Nada Dasar Kulit (Undertone)
- Cool Undertone: Pilih nuansa perak lembut, icy rose, atau sampanye mutiara.
- Warm Undertone: Pilih nuansa emas hangat (golden champagne) atau perunggu lembut.
- Neutral Undertone: Sangat cocok menggunakan rona sampanye gading.
3. Daya Lekat Formula yang Stabil
Pilih formula bubuk terikat halus (pressed powder-gel) atau cairan ringan yang tidak menggumpal di atas riasan bedak dasar saat terkena keringat.
Aplikasi Presisi Highlighter pada Area Berpori Besar:
“Kesalahan paling umum dalam mengaplikasikan highlighter adalah menyapukan kuas terlalu lebar hingga mendekati bagian depan pipi dekat cuping hidung. Di area inilah pori-pori wajah memiliki diameter paling besar; partikel pemantul cahaya yang menempel di sana justru akan membuat pori-pori tampak dua kali lebih lebar. Batasi sapuan highlighter secara presisi di puncak tulang pipi luar mengarah ke pelipis, ujung tulang hidung, dan lengkung bibir (cupid’s bow) saja agar wajah mendapatkan dimensi tulang yang tegas tanpa memperlihatkan tekstur kulit.” — Fatmawati Tahir
Titik Strategis Aplikasi Highlighter
- Puncak tulang pipi luar menuju arah pelipis.
- Batang hidung bagian atas dan ujung cuping hidung secara tipis.
- Lekukan atas bibir (cupid’s bow) untuk ilusi bibir bervolume.
- Sudut dalam mata (inner corner) untuk memberi kesan tatapan segar.
Pertanyaan Seputar Pemilihan Highlighter Wajah (FAQ)
Apakah kulit berjerawat aktif boleh memakai highlighter?
Boleh, namun hindari area yang memiliki jerawat aktif atau bruntusan kasar. Cukup fokuskan aplikasi di sudut dalam mata dan bawah tulang alis.
Mana yang lebih ramah pemula: highlighter bubuk atau cair?
Highlighter bubuk padat jauh lebih mudah dikontrol intensitas warnanya menggunakan kuas halus dibanding formula cair.
Bagaimana menjaga kilau highlighter tahan lama di cuaca lembap?
Kunci riasan akhir menggunakan setting spray berdaya tahan halus agar partikel bedak menyatu sempurna dengan kulit.
Tinggalkan Balasan