Perawatan Rambut

Kaitan Antara Cara Menata Rambut dengan Sakit Kepala dan Langkah Tepat Mencegahnya

Pernahkah kamu merasakan sensasi nyeri berdenyut di pelipis atau rasa ngilu di bagian ubun-ubun kepala setelah seharian mengikat rambut ekor kuda (ponytail) tinggi atau mengenakan cepolan kencang di balik hijab? Rasa nyeri ini sering kali disalahartikan sebagai migrain mendadak atau kelelahan biasa, padahal pemicunya berasal dari cara kita menata rambut.

Dalam dunia kedokteran saraf, fenomena mengikat rambut memicu sakit kepala dikenal dengan istilah external traction headache atau alodinia kulit kepala; tarikan mekanis konstan pada folikel rambut meregangkan ujung-ujung saraf sensorik trigeminal yang bersarang di lapisan galeal kulit kepala, mengirimkan sinyal rasa sakit hebat ke pusat otak.

Mekanisme Saraf di Balik Nyeri Tarikan Rambut

Meskipun batang rambut yang kita potong tidak memiliki saraf perasa, muara folikel rambut di bawah permukaan kulit kepala dikelilingi oleh jalinan saraf sensorik yang sangat sensitif dan pembuluh darah mikro. Ketika ratusan helai rambut ditarik kencang ke satu arah selama berjam-jam, folikel terdorong ke posisi yang tidak wajar.

HARUS BACA:  Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda dan Cara Alami Mencegahnya

Kondisi ini memicu peradangan neurogenik lokal di lapisan aponeurosis kranii. Jika tarikan dibiarkan berlanjut tanpa jeda, sensasi ngilu akan menjalar ke otot-otot leher, pundak, dan pelipis, memicu kekambuhan sakit kepala tegang (tension headache) yang melelahkan fisik.

3 Kebiasaan Menata Rambut yang Wajib Diwaspadai

1. Mengikat Ekor Kuda Terlalu Kencang dan Tinggi

Gaya rambut kuncir tinggi memang memberikan kesan wajah yang terangkat dan rapi, namun gaya ini memberikan titik tumpu beban tarikan terberat pada area puncak kepala. Beban gravitasi dari helaian rambut yang bergoyang menambah ketegangan berulang pada akar-akar saraf.

2. Penggunaan Karet Gelang Kaku dan Jepit Rambut Berbobot Berat

Menggunakan karet gelang tanpa pelapis kain menyebabkan gesekan kasar yang menjepit folikel rambut terlalu rapat. Jepit badai plastik yang mencengkeram kulit kepala dengan gigi-gigi tajam juga menghambat sirkulasi darah kapiler di area pelipis.

3. Mengikat Rambut Saat Kondisi Basah Seusai Keramas

Saat basah, rambut menyerap air hingga tiga puluh persen dari berat keringnya, menjadikannya jauh lebih berat. Mengikat rambut basah tidak hanya melipatgandakan beban tarikan pada kulit kepala, tetapi juga memerangkap kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur dan bau apek.

Pentingnya Memberi Waktu Rambut Bernapas Lepas:
Bagi wanita yang mengenakan hijab atau pekerja kantoran yang dituntut berpenampilan rapi dengan sanggul rambut setiap hari, biasakan segera melepaskan ikatan rambut begitu kamu sampai di rumah. Biarkan rambutmu terurai bebas, dan lakukan pijatan lembut melingkar menggunakan bantalan jemari tangan selama tiga hingga lima menit. Pijatan ini melancarkan kembali aliran darah kapiler yang sempat terhambat dan meredakan ketegangan sistem saraf secara instan. — Redaksi Salwa Salon

Pilihan Aksesori Rambut yang Ergonomis dan Nyaman

Kamu tidak harus membiarkan rambut berantakan demi menghindari sakit kepala. Beralihlah ke aksesori rambut yang ramah folikel, seperti ikat rambut berbahan sutra lembut (silk scrunchie) atau ikat rambut model spiral (spiral hair ring).

HARUS BACA:  Panduan Memilih Sampo Berkualitas untuk Mengembalikan Kelembapan Batang Rambut Kering

Ikat rambut spiral mendistribusikan tekanan secara merata ke berbagai arah melingkar, sehingga tidak menciptakan satu titik tarikan tunggal yang menyiksa kulit kepalamu.

Bagi kamu yang sering beraktivitas di ruang berpendingin udara (AC), perhatikan pula suhu hembusan angin yang mengenai langsung area kepala dan tengkuk leher. Udara dingin yang bertiup konstan ke leher dapat memicu kontraksi otot trapezius secara tidak sadar, memperparah rasa kaku dan nyeri kepala. Kenakan syal lembut atau atur arah ventilasi pendingin udara agar tidak langsung menyembur ke arah kepalamu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah mengikat rambut terlalu kencang bisa menyebabkan kebotakan permanen?

Bisa; tarikan kronis dalam jangka panjang dapat merusak folikel secara permanen dan memicu alopesia traksi (traction alopecia), terutama di garis rambut depan dan pelipis.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar sakit kepala reda setelah ikatan rambut dilepas?

Umumnya rasa nyeri akan mereda secara bertahap dalam waktu tiga puluh menit hingga satu jam setelah rambut terurai bebas dan aliran darah kembali normal.

HARUS BACA:  Manfaat Minyak Rosemary untuk Merangsang Pertumbuhan Rambut dan Mengurangi Ketombe

Bolehkah tidur malam dengan rambut diikat agar tidak kusut?

Sangat tidak disarankan; gesekan kepala dengan bantal saat tidur menambah tarikan akar rambut. Cukup jalin rambut menjadi kepangan sangat longgar jika ingin mencegah rambut kusut.

Bahan ciput hijab apa yang tidak menekan dahi dan telinga?

Pilihlah ciput berbahan serat bambu atau kaos rayon spandex tanpa karet gelang kencang di bagian belakang leher agar tidak menekan saraf pelipis.

Penutup yang Menenangkan

Menjaga penampilan rapi tidak boleh dibayar dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan raga. Dengan memperlakukan rambutmu secara lembut, memilih gaya penataan yang bersahabat dengan tubuh, dan membiarkan kulit kepala bernapas lega, kamu senantiasa dapat menikmati hari-harimu dengan penuh kenyamanan dan ketenteraman batin.

Sudah dicek langsung oleh ahlinya
Fatmawati Tahir - Chief Editor & Master Hairstylist SalwaSalon

Fatmawati Tahir

Chief Editor & Master Hairstylist, SalwaSalon


“Saya udah baca tips di artikel ini sebelum tayang, supaya aman dan benar-benar cocok kamu coba di rumah.”

Lebih dari 20 tahun menata rambut, dari bangku pelatihan Rudy Hadisuwarno hingga mengajar sebagai educator & trainer di Makarizo Indonesia.

Kenalan dengan Fatmawati →
Bagikan Artikel ini:
ID | EN