Menjaga kebersihan dan kerapian anggota tubuh merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam. Mulai dari memotong kuku, mencukur bulu-bulu tertentu, hingga merapikan mahkota rambut di kepala, semuanya memiliki tuntunan adab yang mulia. Tak heran, banyak di antara kita yang kerap bertanya-tanya: “Sebenarnya adakah hari baik atau waktu khusus yang dianjurkan dalam Islam untuk memotong rambut?”
Pertanyaan ini wajar muncul, mengingat dalam tradisi masyarakat kita sering beredar berbagai mitos dan primbon seputar hari potong rambut. Agar tidak keliru memahami syariat, yuk kita pelajari bersama penjelasan para ulama mengenai sunnah pemotongan rambut dan adab kebersihan fitrah dalam ajaran Islam!
Islam Sangat Mencintai Kebersihan dan Keindahan
Sebelum membahas rincian hari, penting untuk kita pahami bahwa dasar utama dari anjuran memotong rambut adalah menjaga kebersihan diri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan menyukai kebaikan, Maha Bersih dan menyukai kebersihan, Maha Mulia dan menyukai kemuliaan, Maha Pemurah dan menyukai kedermawanan. Karena itu, bersihkanlah diri kalian.”
Rambut yang dibiarkan acak-acakan, kotor, dan tidak terawat bukanlah cerminan dari pribadi seorang muslim yang baik. Menjaga rambut tetap tersisir rapi dan memotong ujungnya yang panjang secara berkala adalah wujud kepedulian terhadap nikmat tubuh yang dianugerahkan Allah SWT.
Adakah Ketetapan Khusus Mengenai Hari Baik Memotong Rambut?
Para ulama fikih dan pakar hadis sepakat bahwa tidak ada dalil sahih yang secara kaku membatasi atau mengikat hari tertentu untuk memotong rambut. Seseorang boleh memotong rambutnya pada hari apa saja—Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, maupun Ahad—kapan pun ia membutuhkannya.
Meski demikian, ada satu hari yang sangat diutamakan dan menjadi amalan sunnah mingguan kaum muslimin, yaitu hari Jumat.
Keutamaan Memotong Rambut dan Merawat Diri di Hari Jumat
Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (rajanya hari) dan hari raya mingguan bagi umat Islam. Pada hari ini, umat Islam disunnahkan untuk mandi besar (mandi Jumat), memakai wewangian, menyikat gigi (siwak), serta merapikan diri sebelum melaksanakan salat Jumat.
Berdasarkan amalan para sahabat dan tabiin, memotong kuku dan merapikan rambut pada hari Jumat atau Kamis sore sangat dianjurkan agar tubuh berada dalam kondisi paling bersih dan wangi saat menghadiri ibadah Jumat berjamaah.
Ritual Higienitas & Pemeliharaan Mahkota Mingguan
Menjadikan hari Jumat sebagai momentum rutin merapikan diri memiliki manfaat biologis yang sangat nyata bagi kesehatan rambut. Dalam siklus salon, menjadwalkan sanitary grooming mingguan—seperti membersihkan bulu-bulu halus di tengkuk, mencuci sisir dengan air sabun antiseptik, serta memijat kulit kepala dengan minyak zaitun murni sebelum mandi sunnah—mencegah penumpukan ketombe jamur dan minyak berlebih. Perawatan yang berpadu dengan niat ibadah ini menjaga kulit kepala tetap sejuk dan bebas bau apek di iklim tropis.
Batas Waktu Maksimal Merawat Kebersihan Fitrah
Terkait frekuensi memotong kuku dan mencukur bulu-bulu badan, syariat memberikan batasan waktu maksimal agar kita tidak lalai merawat diri. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Kami diberi batasan waktu dalam memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak membiarkannya lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim).
Para ulama seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa membiarkan kotoran menumpuk di kuku atau rambut lebih dari 40 hari hukumnya makruh. Oleh karena itu, lakukan pemangkasan secara teratur tanpa harus menunggu batas waktu maksimal tersebut.
Adab dan Hal yang Dilarang Saat Memotong Rambut
- Hindari Larangan Al-Qaz’u: Jangan mencukur botak separuh kepala dan membiarkan bagian lainnya panjang. Potonglah rambut secara merata dan proporsional.
- Tidak Menyerupai Lawan Jenis: Laki-laki hendaknya memotong rambut dengan gaya maskulin dan wanita tidak mencukur cepak menyerupai pria.
- Menjaga Kerapian Rambut Panjang: Jika seorang pria memilih memelihara rambut panjang, wajib baginya untuk rutin menyisir dan merawat kebersihannya.
- Segera Bersihkan Sisa Rambut: Kumpulkan serpihan rambut yang terpotong dan buang di tempat yang bersih sebagai bentuk penghormatan terhadap bagian tubuh manusia.
Tanya Jawab Seputar Potong Rambut dalam Syariat

Apakah memotong rambut di malam hari dilarang dalam Islam?
Sama sekali tidak dilarang. Larangan memotong kuku atau rambut di malam hari hanyalah mitos kuno masyarakat zaman dahulu karena keterbatasan cahaya lampu minyak. Dalam syariat Islam, memotong rambut di malam hari hukumnya mubah (boleh).
Bolehkah memotong rambut saat sedang haid atau nifas?
Boleh. Tidak ada dalil sahih yang melarang wanita haid untuk memotong kuku atau rambut. Pendapat yang mewajibkan mencuci rambut yang rontok saat mandi wajib adalah pendapat yang lemah dan tidak memiliki landasan hadis yang kuat.
Apakah wanita boleh mencukur habis rambutnya hingga botak?
Hukum asalnya adalah makruh hingga haram bagi wanita mencukur habis rambut kepalanya sampai plontos, kecuali ada indikasi medis yang mendesak seperti menjalani operasi kepala atau pengobatan kanker.
Kesimpulan
Merawat mahkota kepala dalam Islam sangat menjunjung tinggi prinsip kebersihan, kerapian, dan kesederhanaan. Kamu bebas memotong rambut pada hari apa saja sesuai kebutuhan, namun memilih hari Jumat untuk merapikan diri akan mendatangkan pahala sunnah ekstra. Rawat rambutmu dengan penuh kasih sayang dan niatkan segalanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tinggalkan Balasan