Gaya Hidup & Kecantikan

EVA AI Cafe: Kencan Virtual ke Dunia Nyata, Tren Baru yang Mengundang Perdebatan

Bayangin deh, lagi kencan tapi pasanganmu ternyata AI? Di New York, ada EVA AI Cafe yang lagi heboh banget karena konsep kencan uniknya ini. Yuk, kita bongkar bareng, Beauty Besties!

  • EVA AI Cafe di New York menawarkan konsep kencan unik di mana sebagian pengunjung berkencan dengan pendamping AI.
  • Aplikasi EVA AI adalah ‘relationships RPG’ yang memungkinkan pengguna menjalin hubungan dengan AI dan membawanya ke dunia nyata.
  • Pengalaman di kafe ini terasa seperti ajang media, bukan pertemuan intim, dengan banyak influencer dan jurnalis.
  • Pendamping AI bervariasi mulai dari editor sastra hingga karakter ikonik, dengan mayoritas berbasis teks namun beberapa mendukung panggilan video.
  • Pengalaman kencan dengan AI seringkali terkendala teknis dan respons yang monoton, namun ada juga yang melihatnya sebagai cara berinteraksi tanpa tekanan.
  • Tren kencan AI ini memicu refleksi tentang evolusi hubungan di era digital dan potensi masa depannya.
HARUS BACA:  Ritual Kecantikan Pagi: Mengubah Foundation Menjadi Momen Self-Care dengan Serum Foundation

Kehebohan EVA AI Cafe: Kencan dengan Digital Companion

Jadi gini, Beauty Besties, di tengah dinginnya New York, ada sebuah kafe bernama EVA AI Cafe yang lagi jadi omongan. Kenapa? Karena di sana, separuh dari pengunjung yang lagi asyik kencan ternyata lagi ngobrol sama ‘pacar’ digital mereka dari aplikasi! Unik banget kan?

Mengenal Lebih Dekat EVA AI: Bukan Sekadar Aplikasi Biasa

EVA AI ini bukan cuma aplikasi chatting biasa, lho. Konsepnya lebih ke ‘relationships RPG’, di mana kamu bisa nemuin ‘pasangan AI ideal’ kamu. Mereka janji bakal dengerin semua keinginanmu dan selalu ada buat kamu. Yang paling keren, kamu bisa bawa pendamping AI-mu ini keluar dari layar, beneran dateng ke tempat fisik kayak kafe ini. Seru ya?

Teknologi di Balik Pendamping Digital

Di EVA AI Cafe, kamu dikasih meja lengkap sama dudukan HP, aplikasi EVA AI yang udah siap pakai, dan headphone wireless. Konsepnya kayak speed dating, tapi kalau cocok, yaudah nggak perlu pindah-pindah lagi. Sayangnya, pas penulis nyobain, acaranya lebih mirip sirkus media daripada kencan romantis. Kebanyakan yang dateng itu tim EVA AI sendiri, para influencer, dan wartawan yang lagi ngeliput. Pengguna aslinya kelihatan banget dari alat-alat profesional yang mereka bawa.

HARUS BACA:  Panduan Lengkap Eyeshadow: Teknik Simpel untuk Mata Memukau

Ragampendamping AI: Dari yang Cerdas Sampai yang Agak Aneh

Di aplikasi EVA AI, pilihannya banyak banget, lho. Kebanyakan sih AI-nya cewek, tapi dengan latar belakang etnis dan kepribadian yang beda-beda. Ada nih Claire Lang, editor sastra umur 45 tahun yang katanya nyari kedalaman dan kecerdasan. Terus ada Amber Carsten, ‘gadis rumah hantu’ umur 18 tahun yang usianya bikin agak gimana gitu. Malah, ada juga karakter ikonik kayak Motoko Kusanagi dari *Ghost in the Shell* jadi AI! Gokil kan?

Pengalaman Kencan yang Bikin Mikir

Sebagian besar pendamping AI ini cuma bisa chat teks, tapi ada juga yang bisa video call, kayak Claire. Penulis artikel nyobain kencan sama John Yoon, 27 tahun, yang digambarin sebagai ‘pemikir suportif’ ala bintang K-drama. Tapi ya gitu deh, kendala teknis kayak Wi-Fi jelek, glitch, sama respons AI yang monoton dan kadang nggak nyambung itu lumrah banget. AI lain kayak Phoebe Callas dan Simone Carter juga ngasih pengalaman yang kurang lebih sama.

Pandangan Berbeda: Dari Antusiasme Hingga Refleksi

Tapi nggak semua orang kecewa kok, Beauty Besties. Ada Danny Fisher, calon pembawa acara talk show, yang ngeliat ini sebagai cara buat ngelangkahin drama percintaan dan nikmatin aja keseruannya. Buat dia, ngobrol sama AI itu kayak main game tanpa risiko. Richter, yang cuma mau ngasih nama depannya aja, juga menikmati suasana kafe ini sebagai pengalaman baru, apalagi dia dari kota kecil.

HARUS BACA:  Spa di Rumah: Panduan Lengkap Memanjakan Diri ala Salon Tanpa Keluar Rumah

Chrislan Coelho punya pandangan yang lebih antropologis. Dia ngamatin gimana hubungan manusia berubah pasca-COVID. Dia bilang generasi muda sekarang cenderung ngisolasi diri dan susah interaksi tatap muka. Tapi dia juga ngingetin pentingnya buat nggak terlalu bergantung sama layanan kayak gini.

Masa Depan Kencan AI: Cuma Tren Sesaat atau Awal Era Baru?

Pengalaman di EVA AI Cafe ini bikin penulis inget sama film *Her*, yang cerita soal hubungan romantis antara manusia sama asisten AI. Walaupun kafe ini cuma sementara, penulis jadi mikir, kira-kira tren kencan AI ini bakal kayak gimana ke depannya. Ada yang nebak nanti tempat kayak gini bakal jadi tempat orang ngelamar pasangan AI mereka tanpa dihakimi. Atau malah ironisnya, ada dua manusia yang nggak sengaja ketemu di sana, jatuh cinta, padahal lagi ‘selingkuh’ dari pasangan AI mereka!

Penulis akhirnya pulang dengan perasaan lega dan langsung peluk erat pasangannya yang nyata di rumah. Gimana menurut kamu, Beauty Besties? Seru kan ngobrolin ini?


EVA AI Cafe: Kencan Virtual ke Dunia Nyata, Tren Baru yang Mengundang Perdebatan - image 1

Diskon Referral 20% Cloud Professional Hostinger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
ID | EN